Ada seorang pemuda dari sebuah desa pergi berkelana mencari ilmu….

setelah ia berkeliling dunia maka ia merasa bahwa pengetahuannya sudah sangat luas..

maka ia pulang ke kampung halamannya..

Disana adalah seorang tua yang sangat bijaksana..

orang tua ini sering didatangi penduduk desa untuk meminta nasehat.

Pemuda ini pun menjadi iri…

“Masak kan aku yang sudah pergi berkelana tidak didatangi, masak kan dia yang cuma tinggal di gubuk itu

sering dimintai pendapat”…

Maka terbesitlah niat untuk menjatuhkan orang bijak ini…

dalam sebuah perkumpulan orang bijak ini sedang memberikan nasehat…

disana terdapat begitu banyak orang.

datanglah pemuda ini dengan seekor burung ditangannya.

(si pemuda bermaksud untuk bertanya apakah burung dalam genggamannya masih hidup atau sudah mati?

jika si orang tua menjawab sudah mati, maka pemuda itu akan melepaskan burung itu dan terbang.. sehingga orang tua itu akan salah…

dan jika si orang tua menawab masih hidup, pemuda itu akan segera mematahkan leher burung itu dan matilah burung itu…)

maka pergilah pemuda itu dan bertanya kepada orang tua itu di depan banyak orang

“Hai engkau orang bijak, Jika engkau memang benar-benar bijaksana maka apakah burung dalam gengamanku ini masih hidup? ataukah dia sudah mati?”

semua orang terkejut…

Sang orang tua hanya tersenyum kecil…

“Hai anak muda, sesungguhnya hidup burung itu tergantung dari tanganmu… Jika kamu berkata mati, maka matilah dia, dan jika kamu berkata hidup maka dia akan tetap hidup…”

maka dengan malu pulanglah pemuda itu….